Ramadhan Tahun Ini Tidak Seperti Tahun Sebelumnya,NU dan Muhammadiyah Kompak: Sholat Tarawih dan Idul Fitri di Rumah Saja, Halal Bihalal Dihindari

14

Namun, apabila berdasarkan ketentuan pihak berwenang bahwa Covid-19 sudah mereda dan dapat dilakukan konsentrasi banyak orang, sholat Idul Fitri dan rangkaiannya dapat dilaksanakan dengan tetap memperhatikan petunjuk dan ketentuan yang dikeluarkan pihak berwenang mengenai hal itu,” demikian isi surat tersebut.

Boleh Sendirian
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pun mengimbau umat Islam untuk beribadah sholat tarawih dan sholat Idul Fitri dijalankan di rumah masing-masing selama masih ada pandemi corona (Covid-19).

Imbauan tercantum dalam Surat Edaran bernomor 3953/C.I.034.04.3030 ditandatangai pada 3 April 2020 oleh Rais Aam KH Miftachul Akhyar, Katib Aam KH Yahya Cholil Staquf, Ketua Umum KH Said Aqil Siroj, dan Sekretaris Jenderal H A Helmy Faishal Zaini.

Lantas, bagaimana hukum menjalankan sholat Id di rumah menurut Islam?

Ketua Tanfidziyah PBNU Robikin Emhas mengatakan, alim ulama memperbolehkan sholat Id digelar secara sendiri (munfarid) jika terjadi halangan, ketimbang tidak sholat sama sekali. Seperti saat ini, di tengah wabah Covid-19, mencegah penyakit itu lebih baik.

“Menurut ulama, sholat Id itu boleh dilakukan sendirian (munfarid), bahkan tanpa khotbah,” ujarnya saat dihubungi Tribunnews, Sabtu (4/4).

Robikin Emhas mengatakan, sholat Id hukumnya sunnah sama seperti sholat Jumat yang bisa diganti dengan sholat zuhur di rumah.

Ia mengimbau umat Islam di daerah yang masuk zona merah Covid-19 untuk menaati imbauan PBNU dan protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah.

“Dalam situasi pandemi Covid-19, jika suatu daerah merupakan zona merah halat Jimat yang wajib saja bisa diganti dengan shalat zuhur di rumah. Nah, sholat tarawih dan shalat Id itu sunnah,” katanya.

Laman: 1 2 3

You might also like
close