Kisah Ibu yang Mampu Lahirkan 10 Anak Penghafal Al-Quran

558

BEBERAPA orang mengatakan bahwa wanita itu mudah rapuh, namun sebagian yang lain bilang wanita lebih tegar dan tangguh daripada laki-laki.

Karena tercipta dari tulang rusuk yang bengkok, ia perlu penanganan khusus. Jika dipaksa untuk lurus, dia akan patah.Namun jika tidak diluruskan, ia akan selalu seperti itu. Unik memang. Seiring dengan munculnya peradaban, sosok wanita tetap memegang peranan utama dalam segala sendi kehidupan.

Sejarah mengenal Siti Khadijah dan Siti Aisyah di belakang pembawa risalah Islam terakhir. Saat itulah puncak kehormatan wanita berada pada puncaknya, dibebaskan mengenyam pendidikan setinggi-tingginya setara dengan kaum laki-lakinya, dibebaskan untuk tidak melaksanakan syariat saat sedang halangan, diberi hak waris saat suami atau orang tuanya meninggal, disebutkan Rasulullah bahwa surga pun berada di bawah telapak kaki ibu

Sama dengan istri kang Tamim yang mampu mendidik 10 anak-anaknya menjadi penghafal Al-Quran .Sosok sang suami yang sekaligus sebagai salah satu anngota DPR-RI, anggota dewan yang terhormat Mutammimul Ula (Kang Tamim).

Seperti dalam pola keluarga islami, tidak ada keluarga yang sukses tanpa kehadiran sesosok istri shalihah di belakang kepala keluarga. Shalihah bukanlah istri yang hanya mengenal shalat, puasa, atau bahkan haji sekalipun (bergelar hajjah) sebagaimana mindset masyarakat kita.

Shalihah dalam pengertian sebenarnya adalah sesuatu yang tidak ada batasnya seiring perkembangan zaman tanpa meninggalkan norma-norma keislaman. Siapa yang tidak ingin mempunyai istri tahu seluk-beluk teknologi, fasih berselancar di internet (untuk hal positif), menyenangkan ketika dipandang suami, segera datang saat dipanggil, berpuasa sunnah dengan kesepakatan bersama, sering mengucap kata-kata mesra untuk seluruh anggota keluarga, atau ibu utama bagi anak-anaknya dengan tidak pelit memberi ASI.

Inilah beberapa contoh shalihah di era sekarang. Di balik kesuksesan Kang Tamim ternyata ada satu sosok wanita yang telah melahirkan sebelas keturunannya. Siapa lagi kalau bukan istrinya, Wirianingsih. Memang siapa dia? Sosok besar yang bertitel lengkap Dra. Wirianingsih, Bc.Hk. lahir di Jakarta, 11 September 1962 (48 tahun).

Selain ibu rumah tangga, banyak aktivitas yang dia lakukan diantaranya menjadi dosen, kuliah pasca sarjana, dan aktivis perempuan. Terkini adalah menjadi anggota Dewan Pertimbangan PP Persaudaraan Muslimah (Salimah) bersama Ustazah Yoyoh Yusroh, Nursanita Nasution, dll dimana sebelumnya dia menjadi Ketua Umum. Mereka adalah anggota DPR dari fraksi yang sama dengan Mutammimul Ula.

Laman: 1 2

You might also like
close