Khofifah Pastikan Undangan Doa Bersama Pengasuh Ponpes se-Jatim Hoaks

13

Surabaya – Gubernur Khofifah Indar Parawansa menegaskan, surat undangan doa bersama untuk pengasuh pesantren se-Jawa Timur merupakan hoaks. Ia mengkonfirmasi melalui akun Instagram pribadinya, @khofifah.ip.

Surat bertanggal 23 April 2020 itu juga dilengkapi lambang Garuda Pancasila yang bertuliskan Gubernur Jawa Timur, lengkap dengan tanda tangan Khofifah dan cap stempel. Khofifah menyebut surat tersebut sebagai buah dari ulah orang yang tak bertanggung jawab.

“Saya pastikan surat ini adalah hoaks yang disebarkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab,” tulis Khofifah di Instagram seperti yang dilihat detikcom, Minggu (26/4/2020).

Khofifah menambahkan, secara pribadi maupun atas nama Pemprov Jatim, dirinya tak pernah menyelenggarakan doa bersama seperti yang tertera dalam surat tersebut. Khofifah meminta para penerima surat palsu itu untuk tidak menanggapinya. Atau tidak menyebarkan kembali pada orang lain.
Surat tersebut berisi undangan untuk menghadiri kegiatan doa bersama yang akan diselenggarakan pada Senin (27/4) di Gedung Negara Grahadi Surabaya, pukul 15.30 WIB.

“Bahwa virus COVID-19 di Jawa Timur semakin hari mengalami peningkatan, segala upaya pencegahan dan penanganan telah kami lakukan semaksimal mungkin oleh karenanya kami mengajak semuanya untuk berdoa agar musibah COVID-19 ini cepat berlalu,” berikut isi surat tersebut.

Menurut Khofifah, ajakan berdoa agar musibah Corona cepat berlalu tidaklah salah. Yang salah adalah doa tersebut diselenggarakan bersama-sama di Gedung Negara Grahadi.

Padahal, saat ini, Jawa Timur tengah berupaya memutus mata rantai COVID-19. Yakni dengan menerapkan physical distancing.

“Mari untuk sementara waktu kita berdoa dan beribadah di rumah masing-masing guna memutus mata rantai penularan COVID-19,” pungkasnya

Sumber : detik.com

You might also like
close